Senin, 24 Februari 2014

Veni, Vidi.... (Kami Datang, Kami Lihat..)

     Awal Semester 4 dimulai, akhirnya wacana kami bertiga untuk mencicipi aroma kompetisi dibidang keilmuan kami terealisasi dengan adanya acara ini. ini memang menjadi mimpi saya semenjak menginjakkan kaki di bumi Ganesha, Mencoba hal baru. National Business Chase Competition coba kami jajal.

    Lumayan banyak pengorbanan kami selain biaya dan waktu tambahan SKS sebanyak 5 jam selama 7 hari dalam seminggu pertama, saya juga harus sakit parah yang membuat saya diopname selama 10 hari dan rawat jalan selama 14 hari. Akhirnya papper selesai. Tinggal doa dan harap yang tersisa setelah abang - abang Tiki mengantarkan sang dokumen tiga rangkap ke sekretariat panitia.

Tanggal 22 Februar 2014 yang ditunggu akhirnya tiba, waktu pengumuman 10 tim yang lolos dari babak penyisihan ke babak semi final di UI Depok. Hasilnya :

    Alhamdulillah, Puji Tuhan SlavaMAD menempati posisi keempat yang berarti tiket menuju semifinal kami dapatkan. Kejutan lainnya adalah, di percobaan lomba pertama kami, di tingkat dua! Veni, Vidi... (Kami Datang, Kami Lihat....) Akankah Vici (Kami Menang) menjadi akhir cerita ini? Apapun hasilnya, pembelajaran yang didapat dari proses diawal pekan depan aka sangat bermanfaat.

p.s. Semoga tim ini akan terus berkembang dan tidak terpecah selanjutnya

Minggu, 16 Februari 2014

Pengalihan Isu

     Well, Thanks God that two days of horror had left us, I used to ignore them until my mom who accompany me for a week since I left the Hospital asked me about something we called "Pasangan". Fuck myself, than she asked me seriously about it, she told me this is the right time to find "The Choosen One" (Karena The Special One itu Mourinho). Ya kalo udah kerja motif ceweknya beda lah mas, apalagi lulusan ITB, kalo mw yg tulus ya sekarang,  Said her confidently. Ah boro - boro, ngurus makan aja gw belom bener sampe harus dirawat, apalagi ngasih makan anak orang tiap Sabtu malem? Pikir gw. Yaudahlah toh belum ada yang Pas, masih Angan, makanya belom "Pas-Angan"

     Well forget about the damn things, yang paling kacau dari 14 Februari 2014 adalah "Meletusnya Gunung Kelud". Bro!! Keluarga gw semua disana Bro!! Kediri kena dampak paling parah, padahal my real Bro menuntut jenjang SMA-nya disana, mana doi ada Asma gimana kalo kena debu Kelud yang tebelnya 10 cm di Kediri? Dia langsung telpon jam 11 sampe 1 pagi selama si gunung batuk - batuk, "Horror mam, kayak kiamat petir dan ledakannya" (Padahal belum pernah ngerasain kiamat) katanya. Debunya sampe bikin Setengah Jawa Libur, Hampir sama kayak pas Zaman Majapahit dimana waktu Kelud meletus setengah kerajaan luluh lantak bikin si Gajah Mada dan Hayam Wuruk pusing. lha sekarang giliran ortu gw yang pusing, rencana keluarga besar dari Kediri main ke Bandung jenguk aing batal gara2 Bandara pada ditutupin. Alhasil? Batal. Disini wa cuma bisa berdoa supaya nenek dan keluarga disana aman, ikut2an bikin hastag #PrayforKelud (Tapi yang ini bukan ikut2an biar keliatan gaul di twitter karena gw beneran doa buat semua saudara setanah kediri gw disana), moga - moga mereka diberi ketabahan dan kekuatan. Amiiin Ya Robbal Alamiiin.

Ini Dampaknya :
 (Ini Di Bandara)
 (Debunya Nutupin Jogja Juga)
 Di Ngantang Jawa Timur debunya tebel pisan)