Jumat, 08 Agustus 2014

Galau Itu Perlu

     Jangan langsung berfikiran negatif kalau dengar kata yang satu ini, "Galau", menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia galau itu:
     
     ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
     ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau

     Disini galau diartikan sebagai pikiran yang kacau dan tidak karuan, tapi apakah galau ini selalu bermakna buruk? 
     Galau itu perlu, ketika dilakukan dalam rangka introspeksi diri, kadang orang merasa galau ketika mengingat kesalahan yang pernah dilakukan dimasa lalu dan hal ini akan menjadi positif apabila kita belajar dari apa yang telah terjadi itu dan berusaha menjadi lebih baik setelahnya, seperti firman Allah dalam Q.S. Al - Hasr : 18 yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Hasry(59):18).

     Ayat diatas memerintahkan kita untuk "Introspeksi", muhasabah alias menghisab diri kita sendiri atas apa yang telah kita lakukan dikehidupan sebelumnya. Tentunya hal ini penting buat kita lakkukan sob, karena dikehidupan kekinian yang mengedepankan materialistis dan hedonis bisa jadi kita telah melakukan kesalahan dan telah menyimpang jauh dari jalan-Nya.
     
     Galau itu perlu bro, dalam upaya menentukan pilihan yang terbaik untuk kita kelak. Sering banget dong kita galau diwaktu kita harus nentuin diantara beberapa pilihan yang harus kita ambil, contohnya waktu dulu saya duduk di kelas tiga SMA (Madrasah Aliyah sih sebenernya), galau banget tuh waktu harus nentuin jurusan kuliah, akhirnya ditengah kegalauan itu saya coba cari informasi tanya guru BK, orang tua, kakak kelas, dan teman - teman yang sudah lebih mengerti. Dan nggak lupa juga kalau lagi galau nentuin pilihan gini, ada baiknya kita melakukan Shalat Istikharah dan meminta petunjuk sama Allah.
     Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash: Rasulullah Shalallahu Aalaihi Wassallam bersabda: “Di antara kebahagiaan manusia adalah menentukan pilihannya dengan Allah dan diantara kebahagiaan manusia adalah keridhoanya pada apa yang Allah tentukan. Dan di antara tanda kesengsaraan manusia adalah ia meninggalkan Allah dalam pilihannya. Dan di antara tanda kesengsaraan manusia adalah kemarahaannya pada apa yang Allah tetapkan atas dirinya” (HR. Imam Ahmad).
     Hadits diatas menuntun kita tentang bagaimana menentukan pilihan yang baik dan benar agar membawa kebahagiaan sekaligus memberi peringatan agar kita tidak salah memilih dan terhindar dari kesengsaraan. Tentukanlah pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan nantinya dan tidak hanya memikirkan duniawi semata.
     Nah jadi nggak selamanya galau itu buruk kan? Kadangkala galau itu perlu kita lakukan, asalkan kita arahkan menuju sesuatu yang positif.


Kamis, 07 Agustus 2014

Ignasius Jonan : Bapak Yang Mengubah Wajah Kereta Api Indonesia

     Kalau melihat foto ini mungkin orang banyak yang nggak tau siapa bapak - bapak yang tertidur di bangku kereta ekonomi ini, bahkan setelah diberi tahu kalau beliau adalah Pak Ignasius Jonan pun mungkin beberapa nggak tau siapa bapak ini. Pak Ignasius Jonan ini adalah CEO atau Dirut PT Kereta Api Indonesia, terus ngapain beliau tiduran di kursi kereta api? Ekonomi pula?
     Jadi ceritanya, Pak Ignasius ini sudah 15 hari hidup di kereta untuk memantau kesiapan anak buahnya dalam menangani arus balik lebaran kali ini. Foto itu diambil oleh Pengamat Kebijakan Publik Pambagio, pada 31 Agustus lalu. Bahkan Pak Jonan ini cuma bawa baju seragam PT KAI 4 biji, nggak bawa koper atau tas yang isinya macam - macam. Luar biasa pemimpin ini bahkan mau mendampingi dan memastikan anak buahnya bekerja dan memberikan pelayanan yang terbaik.
     Pak Jonan ini satu dari beberapa CEO yang saya kagumi selain pak Emirsyah Satar yang telah menghidupkan kembali Garuda Indonesia dan Pak Dahlan Iskan. Bapak yang satu ini berhasil mengubah wajah kereta api Indonesia menjadi lebih baik lagi. Kini tak lagi kita temukan penumpang yang berdiri di atas gerbong, pedagang yang seenaknya naik-turun kereta, hingga stasiun yang kumuh.
     Tegas, cepat tanggap, dan peduli serta tak kenal lelah dalam bekerja adalah sebagian karakter yang melekat pada diri bapak ini, maka tak heran kalau majalah Marketeers menganugerahkan Marketeers of the Year pada tahun 2012 dan 2013 serta memasukkan namanya dalam "The 69 Change Divers". Dan saya rasa akan sangat luar biasa kalau Pak Ignasius ini mendapatkan jabatan Menteri Perhubungan untuk Transpportasi Indonesia yang lebih baik. Salute

Rabu, 06 Agustus 2014

Kalau Sendirian Bisa Keren, Kenapa Bergerombol?

     Liburan semester genap kali ini lumayan panjang, sekitar 3 bulanan, sempet banget nih buat jalan - jalan kemana - mana.....

     Sebelum waktu mudik datang dan sebelum pulang dari Kota Kembang tercinta disempet - sempetin dulu ngedatengin tempat wisata lokal, alhasil dapet waktu buat berfoto di Tempat Wisata Pasar Apung ini, selain itu gw juga mampir ke Saung Angklung Udjo, dan pertunjukannya, Sooo Coool Sob!






















     Ramadhan datang, waktunya mudik, diperjalanan sempet juga mampir di kota Jogja buat keliling Malioboro malemnya dan foto di Benteng Vredburg, sebelum masuk Malang pun sempet mampir juga di Alun - alun Kota Batu buat makan ketan dan sate Kelinci, foto lagii...




     Dua minggu di Kota Malang nggak afdol gan kalo nggak berkunjung ke tempat wisatanya, denger - denger ada yang baru nih namanya "Museum Angkut", langsung aja kesana deh. Disana gw disuguhin pemandangan mobil - mobil antik nan mahal, tata tempatnya pun oke punya ada nuansa Eropa, Amerika, sampe Marvel, ada Broadway segala cuy...






















     Pulang mudik langsung saja kita terbang ke Batam, Sempet juga nih foto di jembatan 1 Barelang (Batam-Rempang_Galang) yang viewnya paling bagus. Foto lompat di tulisan Welcom To Batam ini juga sabi sih. Terus jalan juga ke Kampong Vietnam, tempat pengungsian orang Vietnam waktu terjadi pembantaian masal dinegaranya sekitar tahun 1978 dulu, nggak foto disini karena tempatnya serem juga, hiiii...

     Sudah di Batam kurang afdol kalau nggak nyebrang dikit ke Singapore, cuma 40 menit naik kapal jalan lagi deh di negri pelabuhan transit terbesar ini. Tempat wisata yang didatengin hampir sama sih kayak 4 tahun lalu tapi pas nengok "Song of The Sea" ternyata udah ganti jadi "Wings of Time" and The Show was sooooooo Spectacular!!!! Nyempetin juga dong foto di Merlion..
     Ini link pertunjukan Wings of Time : http://www.youtube.com/watch?v=s-gfKZ1IFyQ

Segitu dulu deh jalan - jalannya kali ini, dadah dulu dari Duta Wisata dan Budaya Kota Cilegon, Haha...


Memandang Permasalahan Seperti Helikopter

     Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk jalan - jalan bareng keluarga ke Pulau Batam, dari sini cuma butuh waktu 40 menit saja untuk menyebrang ke Singapura. Kami main di Singapura selama 2 hari dan disana ditemani Pak Muhammad dalam berkeliling mengitari Singapura. Pak Muhammad ini seorang jomblo berusia 40 tahun keturunan Malaysia berkewarganegaraan Singapura, dan dari dialah saya tau kalau jomblo dibully juga disana, ternyata nggak cuma di Indonesia ya jomblo di-bully, di negara lain jomblo juga di-bully habis - habisan, haha.
    Di sebuah perjalanan, pak Ahmad menunjukkan sebuah jalur bawah tanah yang ternyata tanah bangunannya berasal dari Indonesia, seseorang dari rombongan nyeletuk "Wah bagus - bagus tanahnya ngambil dari kita ya", ternyata Pak Ahmad dengar dan membalas "Wah kita beli ini, kalian kan jual". Adegan salah-salahan ini berlanjut sampai beberapa saat tapi nggak sampai menimbulkan baku hantam, yakali.
     Pelajarannya apa? Kadang kita sering men-judge sesuatu adalah salah tanpa melihat dari sudut pandang yang lainnya, contoh lainnya ya para pendukung capres kemarin, mereka seakan termakan cinta buta dan nggak mau melihat sudut pandang yang lain.
    Helicopter View merupakan salah satu pola pikir yang diajarkan dari keilmuan Industri dimana kita dilarang untuk mengambil keputusan terlalu cepat tanpa melihat masalah secara general. Mendetail itu perlu, tapi jangan mendetail disatu sisi saja, ada baiknya kita melihat secara detail dari kedua sisi secara bersamaan. Hal ini penting, karena kita selalu mencari jalan tengah yang terbaik toh?
     Semua orang selalu berusaha melakukan yang terbaik menurut mereka dan untuk mereka, ketika dua kepentingan bertemu mungkin saja hasilnya adalah dua sisi mata koin yang berbeda, tapi intinya tetap yang pertama, keduanya baik, tergantung darimana kita melihatnya dan ada baiknya tidak terlalu menjelekkan sisi yang lainnya karena itu jelek bagi kita tapi baik untuk orang lain mungkin.

(Foto Bareng Pak Ahmad di MRT)

Timnas U-19 Garuda Jaya : Sebuah Tim Nasional ataukah Klub Super?

     Sebuah fenomena baik muncul membumbungkan asa pecinta sepak bola tanah air, Timnas U-19 besutan Indra Sjafri menampilkan permainan apik dan menarik hingga mampu mengalahkan tim sekaliber Korea Selatan. Sehebat apakah anak - anak muda ini?

      (Tim Nasional U-19 Garuda Jaya)

     Sang pelatih Indra Sjafri sejatinya sudah mengumpulkan pemain pemain terbaik  bangsa ini sejak mereka masih berusia 15 tahun. Pak Indra sendiri melakukan pencarian langsung ke daerah - daerah terpencil di pelosok Indonesia untuk menemukan bibit-bibit pesepak bola terbaik di negeri ini. Beliau bahkan rela mengunjungi Muara Teweh di Kalimantan hingga Alor di NTT guna mencari pemain yang dia rasa bahkan scout PSSI pun enggan mendatangi daerahnya. 

(Menemukan Sandi Gunawan di Aceh)

    Pembinaan yang dilakukan Pak Indra sedari dini ini memang merupakan komitmen beliau yang sangat peduli dengan pembinaan pemain usia dini. Alhasil pemain hasil pencariannya ini kini berkembang menjadi sebuah tim super dengan gaya main menyerupai tiki-taka dengan kaptennya Evan Dimas. Mereka beberapa kali sudah menunjukkan kepiawaian mereka dengan menjuarai turnamen HKFA di Hongkong dan berhasil lolos keputaran final Piala Asia U-19 dengan mengalahkan tim kuat Korea Selatan 3-2 dipertandingan terakhir. Tim ini pun turut menjuarai Piala AFF U-19 pada tahun 2013 lalu.Luar Biasa!

(Timnas U-19 Juara Turnamen HKFA di Hongkong)

     Antusiasme masyarakat meninggi, publik berharap banyak kepada 23 anak muda ini namun benarkah mereka ini adalah Tim Nasional?
     Mengapa saya bertanya demikian? Saya bukan bermaksud menjelek - jelekkan tim super buatan Pak Indra ini, namun saya hanya ingin menyoroti pembinaan pemain usia dini yang dilakukan oleh PSSI selama ini saja.
     Di Jepang dan Amerika Serikat, pengembangan pemain dilakukan dari usia dini melalui dua jalur. Ada yang melalui pembinaan klub adapula yang melalui kompetisi pelajar. Shunsuke Nakamura yang mantan pemain Celtic Skotlandia merupakan salah satu hasil pembinaan dari jenjang kompetisi sekolah. PSSI-nya Jepang bahkan nggak main - main dalam membuat target. Ketika mereka menargetkan untuk lolos Piala Dunia di tahun 2002 saja mereka sudah melakukan persiapan sejak tahun 1994, hal pertama yang mereka buat adalah pembangunan infrastruktur seperti lapangan dan menyekolahkan pelatih keluar Jepang. Hasilnya kini Jepang menjadi salah satu kekuatan Asia bahkan pemain - pemainnya malang melintang bermain di Eropa.
(Shinji Kagawa, Pemain asal Jepang yang merumput di Dortmund dan Manchester United)

     Dana yang mereka keluarkan hanya untuk modal awal pengembangan usia dini ini saja mencapai 200 juta dolar US, bandingkan dengan dana pembinaan Timnas U-19 yang "hanya" senilai 2 Milliar rupiah saja. Bukan sesuatu yang instan tentunya.
     Lalu coba kita tengok, para pemain U-19 ini sudah bersama - sama selama hampir 4 tahun dan saat ini sedang berlatih bersama, berbeda dengan pemain Timnas U-19 Jepang yang mungkin saja saat ini sedang berlatih dengan klubnya masing - masing dan baru dikumpulkan ketika ada Laga Internasional saja. Jadi Timnas kita ini Tim Nasional yang orangnya berasal dari berbagai Klub atau malah sebuah klub super yang dimajukan sebagai tim nasional? 
     Sekali lagi bukan maksud saya untuk menyalahkan Timnas. Hanya saja ada baiknya, PSSI mulai melakukan perbaikan infrastruktur dan program pembinaan usia dini mulai saat ini. Agar nantinya bisa muncul Pak Indra yang baru sehingga memunculkan fondasi Timnas yang semakin kuat, tidak hanya sebuah klub super dengan roster sebanyak 23 orang pemain saja.