Senin, 29 Desember 2014

Wayne Rooney : Scoring Conductor Now

(Rooney dan gol salto spektakulernya dalam Manchester derby)

I've scored a winning goal at Wembley and an overhead kick in the Manchester derby that sent one half of the city crazy. And there's no better feeling."

     Wayne Mark Rooney, pemilik nomor punggung 10 Manchester United ini memang dikenal debagai pemain serba bisa yang mampu ditempatkan diposisi manapun ketika dibutuhkan oleh pelatih. Adakalanya ia diposisikan melebar dibagian sayap untuk memanjakan Cristiano Ronaldo sang mesin gol United pada saat itu, dimana dalam dua musim terakhirnya di Old Trafford Ronnie menciptakan 77 gol. Di posisi sayap ini Rooney mampu menghadirkan ancaman melalui tusukan langsung ke kotak penalti maupun melalui umpan matang kepada CR7. Selain itu Rooney pun rajin membantu pertahanan dan tidak jarang mengejar balik bek sayap lawan yang melakukan overlap dari sisi lapangan. Perannya kala itu dikenal sebagai Defending Winger. Kemudian ia juga fasih ketika ditempatkan sebagai penyerang lubang dibelakang satu striker pada tahun terakhir kepemimpinan Ferguson untuk menjadi pelayan yang baik bagi mesin gol United kala itu, Robin van Persie.
     Meskipun sering dipindah tugaskan ke berbagai posisi berbeda sesuai kebutuhan, Sejatinya Rooney berposisi sebagai penyerang tengah dengan torehan gol yang tidak sedikit yaitu 166 gol di Manchester United dan 46 gol untuk Inggris di usianya yang baru menginjak 29 tahun. Namun pada musim ini kembali ia harus menjalankan peran yang baru, ia lebih banyak ditempatkan di posisi Center Midfield sebagaimana peran yang pernah dijalani Paul Scholes dahulu. Dapat dimaklumi karena sektor inilah yang kurang dari United saat ini. Tidak ada lagi nama Roy Keane sebagai gelandang box-to-box yang menjadi benteng pertama dari serangan balik lawan ataupun Paul Scholes yang selalu menjadi kreator awal serangan United dan kerap memecah kebuntuan dengan gol melalui tendangan dari jarak jauh. Louis van Gaal menempatkan Rooney sebagai gelandang tengah didepan Carrick yang memberikan perlindungan pertama pada tiga bek dan dibelakang Mata yang berperan sebagai playmaker.
     Disinilah letak kejelian van Gaal dalam menempatkan Rooney. Dari 15 kali tampil musim ini, Rooney telah memainkan laga sebagai Central Midfielder sebanyak 6 kali. Rooney diposisikan disini karena barisan penyerang telah diisi deretan penyerang haus gol seperti Robin van Persie dan Falcao serta striker muda James Wilson. van Gaal yang melihat kemampuan melindungi bola Rooney yang cukup baik serta kreativitas yang dapat digunakan untuk menjadi seorang konduktor lapangan tengah sehingga Rooney ditempatkan disini menggantikan beberapa pemain yang sedang menepi karena cedera seperti Fellaini, Blind dan Herrera. Selain itu, stamina Rooney yang memungkinkan ia untuk terus berlari selama 90 menit penuh sangat berguna dalam melakukan tracking back dan memulai serangan secara simultan. Dari enam kali ditempatkan disini, Rooney telah menghasilkan 3 gol dan satu assist (1 gol ke gawang Liverpool dan 2 gol serta 1 assist ke gawang Newcastle). Pola gol-nya hampir serupa yaitu tipe gol coming from behind namun disini Rooney menunjukkan instingnya sebagai striker dengan tidak ragu menusuk masuk hingga kedalam kotak penalti, berbeda dengan tipe gol Scholes yang melepaskan tembakan super kencang nan akurat dari luar kotak setelah mendapatkan umpan tarik dari sisi. 
    
    (Rooney merayakan gol yang dicetak pada saat melawan Newcastle hasil umpan Falcao)

     Yang paling spesial adalah gol pertama Rooney kala bersua Newcastle. Mendapatkan bola hasil umpan balik, ia memulai serangan dari 1/3 lapangan United. Dengan jeli sang konduktor melepaskan umpan akurat kepada Mata untuk kemudian berlari menusuk kedalam kotak penalti langsung ketika Mata memberikan umpan lambung kedalam kotak dimana Falcao berlari menyambut. Falcao yang melihat gerakan coming from behind dari sang kapten tidak langsung menembak melainkan menyodorkan bola yang langsung disambar Rooney kedalam gawang kosong dimana sang kiper sudah mati langkah berkat tipuan Falcao sebelumnya.  Selain gol indah tersebut, Rooney juga berperan dalam gol ketiga United dimana ia memberikan umpan lambung dari tengah lapangan setelah melihat posisi RvP yang memiliki celah untuk menciptakan ruang diantara bek terbelakang dengan kiper. Melihat kejadian ini bahkan salah satu rekan saya hanya dapat berujar "Luar biasa, sekarang umpan lambung yang indah nggak cuma bisa diciptakan dari pinggir kotak saja!".
     Saat ini menarik melihat apakah Rooney akan tetap diposisikan di sentral permainan ketika Fellaini dan Herrera mulai sembuh melihat penampilan apik yang ia perlihatkan dalam 6 laga terakhir di posisi ini. Namun dimana pun sang kapten ditempatkan, Fans United hanya perlu berharap sang skipper tetap bugar selama menjalani sisa musim untuk dapat memimpin United dalam perebutan gelar dari posisi manapun sembari terus menciptakan gol-gol spektakuler dan assist yang memanjakan.

I saw my mate the other day,
He said to me, he’s seen the white Pele,
So I asked, who is he,
He goes by the name of Wayne Rooney
Wayne Rooney (wazza)!
Wayne Rooney (wazza)!
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar